Maiyahan

Para Capres tolonglah jelaskan ini kepada rakyat. Belanda sampai hari ini tidak mengakui Kemerdekaan RI. Bagi Belanda, Indonesia tidak pernah merdeka, atau tidak perlu merdeka, karena sudah selalu merdeka. Belanda tidak pernah merasa menjajah Indonesia. Mereka hanya berdagang. Bertransaksi dan sewa tanah kepada Raja dan Sultan. Indonesia tidak berada pada posisi untuk memerdekakan diri dari … Selengkapnya

Pak Capres, mohon penjelasan. Di dalam teks Proklamasi 1945 itu, andaikan pemindahan yang dimaksud antara lain adalah harta berkarun-karun dari Keraton-Keraton dan Kesultanan-Kesultanan yang diserahkan kepada NKRI: Kira-kira ukurannya sepadan dengan berapa juta ton emas? Berapa ratus gudang raksasa penuh USD atau UBz atau apapun? Berapa ratus Brankas berisi tumpukan Surat-Surat, umpamanya satu lembar bermuatan … Selengkapnya

Proklamator Kemerdekaan Indonesia menyatakan: “Hal-hal yang mengenai pemindahan kekuasaan dan lain-lain diselenggarakan dengan cara seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya”. Mengemislah agar rakyat mengangkutmu naik ke kursi Presiden, asalkan terlebih dulu menjelaskan kepada rakyat Indonesia kapan pemindahan itu dilaksanakan? Dari siapa ke siapa? Semoga jangan ada yang menjawab: pemindahan dari Penjajah Belanda ke NKRI. (Mbah … Selengkapnya

Sebelum 17 Agustus 1945, seluruh tanah dan air Nusantara adalah hak milik 140 lebih Raja dan Sultan di seluruh Nusantara. Sekarang, ketika Nusantara menjadi NKRI, siapa pemilik dan pemegang saham Indonesia? Siapa pemilik konstitusional tanah, air, daratan dan lautan beserta isinya? Apakah para Raja dan Sultan tetap pemilik sah-nya, ataukah kehilangan haknya, yang sejak berabad-abad … Selengkapnya

Pada 7.10.2018 saya shalat hajat dengan mewiridkan 3 firman-Nya. Mohon agar Nur Muhammad jangan diuji untuk tidak menang dan mengungguli Ghor al-Mutakabbir. Ini soal martabat ahsanu taqwim, dzurriyatul Adam, ahlu baitillah wa baldatihi. Bukankah semua bilang “menghina satu manusia adalah menghina seluruh ummat manusia”? Kalau tak maqbul, hatiku pasti terguncang, berubah pandangan hidupku, sehingga banyak … Selengkapnya

Cobalah uji di mesin akalmu dan laboratorium pengalamanmu. Bahwa yang berlangsung di Negeri ini bukan soal Capres siapa, parpol apa, pihak mana, agama dan golongan sini atau sana, preman atau Ulama, intelektual atau pengusaha, Harimau atau Naga. Melainkan hakikinya adalah : Orang-orang culas di atas mempermainkan orang-orang polos di bawah. Orang-orang serakah di atas menipu … Selengkapnya

Di antara semesta alam yang Engkau ciptakan, apakah termasuk Media Maya? Aku tidak percaya itu bagian dari ciptaan-Mu, wahai Maha Pengasih. Ataukah itu adalah akibat liar dari kemerdekaan yang Engkau hamparkan bagi manusia? Ataukah Engkau sengaja memperlihatkan segala yang tersembunyi dari manusia? Kebusukan hati, kekejaman perasaan, akal yang sepotong- sepotong, pikiran yang terkeping-keping, ketidak-seimbangan mental … Selengkapnya

Setiap orang punya kekonyolannya sendiri-sendiri: itu bagian dari keindahan ciptaan Tuhan. Wajar juga bahwa ada manusia tidak pantas menempati suatu tempat, tidak proporsional, tidak ekspert, tidak berkelayakan dari sudut apapun. Yang tidak wajar, bahkan ajaib, di Indonesia: adalah orang konyol tapi dipuji, orang tidak layak tapi dipuja, orang tidak mampu tapi dinabikan, pembohong dimalaikatkan, the … Selengkapnya

Kalau kentongan di gardu desa ditabuh per 1X, tanda ada pembunuhan. Per 2X Maling. Per 3X Rumah kebakaran. Per 4X banjir bandang, lindu atau bencana alam lainnya. Per 5X ada pencurian Lembu, Kerbau atau hewan lain. Kalau Doro Muluk, 1.7.1 keadaan aman. Siapa saja yang dekat Gardu atau Cakruk, kalau mendengar teriakan “Banjir bandaaang…banjir bandaaaang…”, … Selengkapnya

Di tiga wilayah mekanisme (sunnah) alam menyelenggarakan gempa yang menjadi bencana bagi manusia. Ini ada rute nalarnya untuk kita pahami. Kemudian di wilayah lain ada manusia menyelenggarakan gempa atas dirinya sendiri, yang menjadi bencana bagi bangunan yang ditempatinya. Ini sukar ditemukan alur logisnya untuk memahami, kecuali bingkainya adalah keanehan jiwa. Andaikan “giliran” berikutnya Tuhan yang menyelenggarakan sesuatu (shoihatan … Selengkapnya