Maiyahan

Gempa sangat menakutkan semua orang. Peta potensi gempa di tanah air sangat menggelisahkan semua penduduk Indonesia. Dan tatkala terjadi di suatu wilayah, ia berkembang menjadi mengerikan dan sangat menyedihkan. Tapi kalau gempa disebut bencana, siapa pelakunya? Siapa yang mencelakakan manusia? Siapa yang mendholimi, menyakiti dan menyelenggarakan pembunuhan massal di bumi? Kenapa? Para Ilmuwan semakin canggih … Selengkapnya

Kadang bosan melihat orang yang menang perlombaan lima tahunan, lantas gugup dan cemas jangan sampai tidak menang pada lima tahun berikutnya. Sehingga melakukan apapun benar salah baik buruk halal haram hina jahat, agar jangan sampai kalah. Tiap hari saya berjumpa dengan orang yang sepanjang hidupnya tak pernah kalah, istiqamah menghindari menang, dan menjaga jangan sampai … Selengkapnya

Indonesia dikuasai oleh setiap Pemerintahnya hanya pada sejumlah hardware, lalu lintas materialisme serta kejiwaan sebagian manusianya. Tetapi selebihnya berada di tangan Allah, para Malaikat-Nya, yang diremehkan oleh kebanyakan manusia modern. Di bawah payung syafaat Rasul-Nya, yang ditertawakan oleh penduduk Zaman Now. Serta sejumlah petugas, penjaga, peronda, yang manusia makin tidak bisa melihatnya. Atau paling jauh … Selengkapnya

Mulai 17 Agustus 1945, siapakah pemilik dan pemegang saham tanah air Indonesia Raya, daratan dan lautannya beserta isinya? Semua orang menjawab romantis dan ideologis: “Rakyat”. Tunjukkan kepada saya satu saja fakta bahwa rakyat adalah pemilik saham? Kapan rakyat berposisi dan berlaku sebagai pemegang saham? Kapan “Rapat Umum Pemegang Saham” rakyat? Temukanlah pada hal apa rakyat … Selengkapnya

Tidak terbatas pada kasih sayang kemanusiaan, kerakyatan dan kebangsaan, sebagaimana saya diperintahkan untuk melakukannya selama puluhan tahun ini hampir tiap siang dan malam. Tapi juga kasih sayang kenegaraan: diayomkan, dikelola, diwujudkan dan disebarkan ke bumi Nusantara seluruhnya. Tapi itu mustahil saya lakukan, kalau harus dengan mengajukan diri, mengkampanyekan diri, apalagi harus menang dengan cara mengalahkan. … Selengkapnya

Setelah mengalami hari-hari Kesemberonoan dan Tahun- tahun kengawuran, besok bangsa Indonesia ditawari kenaifan. Yakni ketidak-mampuan untuk membedakan antara kearifan dengan kekonyolan. Ketidak-pekaan untuk memilih antara kebijaksanaan dengan kebodohan. Atau ketidak-waspadaan untuk menemukan garis batas antara kedewasaan dengan kekalahan. (Mbah Nun bersama Masyarakat Maiyah)

Yang paling memerlukan Sinau Bareng atau Belajar Bersama adalah siapa saja yang menyangka bahwa solusi bagi kesalahan-kesalahan mendasar, multi-komplikasi permasalahan, serta penyakit-penyakit akut Indonesia –terletak pada calon Presiden A atau B, yang dicalonkan tanpa melalui parameter kwalitatif apapun. Asafa rakyat Indonesia. (Mbah Nun dan Masyarakat Nusantara)

Bagi warga negeri Maiyah, Pilpres 2019 adalah pilpres yang paling mudah, gamblang dan terang benderang. Segala sesuatunya sangat jelas dan nyata bagi akal pikiran, perasaan dan pengalaman mereka selama beberapa tahun terakhir. Tidak perlu mencari informasi yang jauh dan mendalam, atau analisis yang ruwet: mestinya setiap orang tahu belum akan memasuki kebahagiaan, tetapi pasti tidak … Selengkapnya

Tahun 2019 rakyat Indonesia, memilih Presiden dan Wakilnya. Makin banyak rakyat bertanya kepada Maiyah: “Baiknya memilih siapa?”, seolah-olah mereka sudah puluhan tahun merantau di Planet Jupiter dan baru bulan kemarin balik kampung di Bumi. Masyarakat Maiyah sudah sejak lama memiliki pilihannya sendiri siapa Presiden yang berposisi sebagai Kepala Negara dan siapa Mahapatih atau Perdana Menteri … Selengkapnya

Secara berkala sejak puluhan tahun yang lalu di forum-forum saya memoderatori berbagai tokoh Golongan-golongan yang sedang tegang dan potensial untuk berbenturan. Atau menengahi langsung massa dan massa yang akan bentrok dan bertempur. Karena kedamaian itu baik dan menjadi kebutuhan semua pihak. Tapi sekarang damai itu buruk dan salah. Bagi satu pihak yang baik adalah perang … Selengkapnya