Maiyahan

“Lho kalau berjuang jadi Presiden itu dianggap perilaku ajaib, terus gimana dong?” “Kalau sudah terlanjur bikin Negara ya harus ada Kepala Negaranya, entah Presiden atau apa namanya” “Katanya mencalonkan diri jadi Presiden itu nekat, bunuh diri, gila atau dungu?” “Ya jangan jadi Presiden karena ambisi dan ingin, apalagi bernafsu. Sebab resikonya Tuhan tidak ikut campur, … Selengkapnya

Para makhluk yang tinggal di keajaiban langit, malah menemukan ada yang sangat ajaib di bumi. Ialah orang di bumi yang mati-matian ingin jadi Presiden, atau mempertahankan jabatan Presidennya. Presiden memanggul gunung tanggung jawab keadaan se-Negara, dari perekonomian nasional hingga sebuah lubang di jalanan. Padahal mengangkut batu pertanggungjawaban dirinya sendiri saja belum tentu sanggup. Maka di … Selengkapnya

1. Kejujuran diterapkan secara jujur. Misalnya seorang yang memenuhi berbagai persyaratan kwalitatif maupun kwantitatif untuk menjadi Pemimpin, diproses dan diangkat menjadi Pemimpin dengan cara yang benar dan baik. 2. Kejujuran diterapkan secara bohong. Orang yang layak jadi Pemimpin, tapi diangkat secara curang atau bohong. 3. Kebohongan diterapkan secara jujur. Tidak layak jadi pemimpin tapi menempuh … Selengkapnya

Calon rakyat Pak Capres dan Cawapres menginginkan komitmen bahwa demi Pancasila bersama, mereka memohon Bapak berdua turut menuntun perjalanan ke sorga dan menjaga jangan sampai kesasar masuk neraka. Sebab tata nilai yang sedang berlangsung adalah orang-orang dipimpin membangun sorga secara neraka atau dengan jalan neraka. Atau apa yang selama ini diyakini sebagai sorga ternyata hakikinya … Selengkapnya

Betapa parahnya bangsa ini, memilih pemimpin tanpa wawasan. Betapa malangnya bangsa ini, memilih Presiden tanpa pengetahuan. Betapa semberononya bangsa ini, menempuh masa depan tanpa kewaspadaan. Menjunjung idola tanpa ilmu, memuja-muja pembohong sebagai pahlawan. Memberi penghormatan tanpa ketepatan, menghina tanpa perhitungan. Terpesona kepada fatamorgana, terkesima oleh khayalannya sendiri yang fana. Pengingkar janji dinabi-nabikan, munafik diratuadilkan. Pengkhianat … Selengkapnya

Bapak Capres dan Cawapres hendaklah belajar sendiri-sendiri atau Sinau Bareng untuk mencapai kemampuan senantiasa berkata dan bertindak proporsional, tepat, akurat, dengan tingkat presisi setinggi mungkin. Sebab yang akan Anda pimpin itu manusia, bukan benda, materi atau barang. Manusia adalah miniatur Tuhan, dengan kelengkapan dan keutuhan. Seluruh kandungan semesta ada pada manusia, sementara anasir utama kemanusiaan–misalnya … Selengkapnya

Hakikinya Capres dan Cawapres tidaklah “memerlukan hukum”, karena mereka tak mungkin melanggar pagar hukum. Bagaimana bisa? Karena seharusnya Presiden adalah hamba Tuhan, manusia nurani, penyayang kemanusiaan, berakal keadilan. Kepastian hukum adalah bagian otomatik dalam kepribadiannya. Itu yang membuat mereka dipercaya oleh rakyatnya. Tetapi kalau yang memimpin menjalani kepatuhan hukum saja tidak bisa, maka hakikinya dia … Selengkapnya

Di dalam UUD 1945, Bab I Pasal 1, 3 ditetapkan bahwa “Negara Indonesia adalah Negara Hukum”. Artinya, dalam Ilmu Maiyah: Indonesia ini Negaranya adalah Negara Hukum, warganya adalah Manusia Keadilan, dan tanah airnya adalah Tanah Air Nurani. Tatanannya makro-mikronya: Tuhan (kalau memang ber-Pancasila) > Tanah Air > Rakyat > Negara > Pemerintah. Strata supremasinya: Uluhiyah … Selengkapnya

Syarat pertama menjadi Presiden yang mudah dipahami oleh siapapun tapi amat sukar dilakukan oleh pelakunya–adalah orang yang tidak berambisi jadi Presiden. Hulunya manusia ambisius adalah nafsu, hilirnya keserakahan. Di dalam dirinya penuh sesak oleh kobaran api kepentingan pribadinya sendiri. Jabatan adalah pakaiannya, Negara adalah perusahaannya, kekuasaan adalah pedangnya, dan rakyat hanyalah alas kaki kepentingannya. Rakyat … Selengkapnya

Sampeyan mau jadi Presiden dan Wakil Presiden silahkan. Syaratnya tidak perlu plus, cukup asal tidak minus. Tidak membangun ekonomi rakyat apa boleh buat, asal jangan menghancurkannya. Tidak membangkitkan kesejahteraan, rakyat mencoba maklum, asal jangan bikin terpuruk penghidupan rakyat. Tidak bisa mengamankan kehidupan, rakyat bisa aja mengalah, asal jangan malah bikin kisruh. Tidak bisa mengatasi masalah … Selengkapnya