Maiyahan

Tetes, Fithri 38 Makhluk Manusia, 32 Aku berlindung kepada-Mu Wahai Maha Pengayom manusia Aku melayang-layang di kehampaan Animasi performa zaman Yang bahannya adalah kebodohan Aku terlempar ke beribu penjuru cakrawala Dibuang dan dibenturkan ke tembok-tembok Yang ternyata adalah kekosongan Ummat manusia berpegangan pada tali Padahal sebenarnya bukan tali Orang berduyun-duyun menuju arah Sementara barat timur … Selengkapnya

Tetes, Fithri 37 Makhluk Manusia, 31 Aku gila pujian Aku gila harta benda Aku maniak kekayaan Aku selalu lapar pengakuan Dan aku sungguh mati rasa Kalau tak memperoleh penghormatan Aku tidur sepersepuluh waktu Kulakoni sangat banyak jenis puasa Sejak kanak-kanakku Kupeluk tiga ribu manusia tiap malam Aku menanam cinta di seantero negeri Tanganku berlumpur sawah … Selengkapnya

Tetes, Fithri 36 Makhluk Manusia, 30 Di masa kecilku dulu Tuhan datang Minta ditemani dan diantarkan Bertamu ke rumah para tetangga Satu persatu kami ketuk pintu mereka Kini tatkala kujalani senja Tak terhitung lagi berapa jumlahnya Rata-rata mereka semua di seantero dunia Menolak kedatangan kami berdua Dari balik dinding kamar-kamar mereka Tanpa kulihat wajah mereka … Selengkapnya

Tetes, Fithri 35 Makhluk Manusia, 29 Wahai Engkau yang takkan pernah kutahu Yang Maha Tak Bernama, yang tak siapapun Punya arah untuk memanggil-Nya Namun Engkau mengaku Allah kepadaku Demi mempermudah pengejawantahan cinta dan rindu Kalau dari sembilan puluh sembilan titipan-Mu Hanya mampu kusampaikan seperseribu kali satu Mohon janganlah Engkau murka karena itu Sebab sesekali telah … Selengkapnya

Tetes, Fithri 34 Makhluk Manusia, 28 Tengah malam aku ditimbali Diculik ke tempat tersembunyi Sebagaimana demikian setiap kali Ruang waktu yang tak kumengerti Sang Paduka membisikkan Bahwa sorga sudah sangat dekat Tapi akhirat masih lama Jangan pandang dengan matematika “Kalau memang perjalananmu Adalah menempuh rindu dan derita Siangkan malammu, malamkan siangmu Agar Kuperkenankan jadi manusia berikutnya” … Selengkapnya

Tetes, Fithri 33 Makhluk Manusia, 27 Kuhamparkan samudera Tak di bumi Melainkan di kedalaman dada Matahari mandi sepanjang hari Rembulan berkaca Merias diri di malam sunyi Bumi sakit berkepanjangan Muntah sampah dan kebusukan Berabad-abad lamanya Kutelan dengan samuderaku Kuendapkan jadi mutiara Kupersembahkan buat anak cucuku Idulfithri 1439-H

Tetes, Fithri 32 Makhluk Manusia, 26 Dalam bebrayan antara sesama kami manusia Selama kerjasama dengan manusia makhluk istimewa Meskipun didasari cinta dan dimulai dengan niat mulia Huruf-huruf yang kami tata sangat susah menjadi kata Kata yang kami susun gagal membangun makna Dan makna tak berhasil sampai sebagai dirinya Ketika makna dimaknai ia terpecah menjadi beribu … Selengkapnya

Tetes, Fithri 31 Makhluk Manusia, 25 Wahai Maha Diri Sejati Berpuluh-puluh abad sudah berlari Aku tak kunjung kenal diri Diri yang selama ini coba kukenali Selalu belum tentu diri Bukan Engkau yang azali Yang ternyata benar-benar kami cari Kami tempuh peradaban tak tahu diri Bangunan-bangunan hidup kami hanya dhonny Sembahyang mata kuda kami sebut rohani … Selengkapnya

Tetes, Fithri 30 Makhluk Manusia, 24 Tiga diri pengembaraku Sering kusuruh pulang Supaya tak jadi terasing Dari diri pertapaku di rumah Agar tetap hafal dedaunan sejati Yang bukan seperti di permukaan bumi Bebuahan dan kembang warna-warni Yang tak kasat mata Yang bukan makanan pancaindera Supaya mereka memandang dengan mripat baka Cahaya memancar tak henti-hentinya Sampai … Selengkapnya

Tetes, Fithri 29 Makhluk Manusia, 23 Kubuang ke besok pagi Semua puisi yang telah kutulis ini Sebab tamu derita kali ini Benar-benar tak bisa kupahami Aku tidur karena tak mengerti Bagaimana menjawab semua ini Aku terlempar dan terkatung-katung Di padang tak bertepi Terbang tanpa bobot Ke langit misteri kuasa Ilahi Aku berduka tak terperi Aku … Selengkapnya